Abu Abdillah Malik bin Annas bin Malik bin Abi Amir bin Amru bin Harits. Atau yang lebih masyhur dengan sebutan Imam Malik (93H - 179 H) , selain memiliki gelar Al imam Al Mujtahid beliau memili gelar الغني السخاء (hartawan yang dermawan ). Gelar tersebut bukan diraih karena beliau seorang pebisnis sukses sehingga memiliki harta yang banyak, atau hidup di kalangan keluarga konglomerat. Bukan, justru beliau mendedikasikan hidupnya untuk ilmu dan seorang alim yang wara'. Bahkan seorang putra dari pasangan Annas bin Malik dan 'Aliyyah bint Syariq Azdiyah itu di masa belajar nya ia adalah seorang pelajar yang berjuang dibalik keterbatasan Ekonomi, tetapi hal ini tidak mematahkan semangat nya, justru menjadikan nya sebagai amunisi untuk lebih giat dalam belajar.
Imam Malik memiliki harta yang banyak justru Ketika Ia sudah menjadi ulama. Mendedikasikan hidupnya untuk ilmu pengetahuan. Imam Malik memilili hubungan yang baik dengan pemimpin-pemimpin pada masanya. Terbukti dari sebuah karyanya yang monumental dalam Madzhab Maliki yaitu kitab Al Muwatho, selain untuk memenuhi kebutuhan ummat di Hijaz, penulisan karya nya Ini meripakan usulan dari Abu Ja'far Al Mansyur (khalifah abbasiyah yang ke 3 ). "Orang alim sekarang hanya emgkau dan aku, aku sibuk dengan urusan politik, maka baik kiranya engkau menulis sebuah kitab untuk memenuhu kebutuhan umat". Maka terciptalah Al Muwatho yang menjadi kitab induk dalam madzhab maliki. Dikisahkan bahwa Imam Malik banyak menerima hadiah dari para khalifah dinasti abasiyyah atas jasanya dalam pendidikan. Al Mahdy ( Khalifah ke 3 Dinasti Abasiyyah) ketika berhaji ke mekkah beliau menyempatkan untuk mengunjungi Imam Malik di Madinah, dan beliau memberi hadiah sebesar 2000 dinar yang diterima baik oleh Imam Malik. Begitupun dengan Khalifah Harun Ar rasyid Beliau tercatat pernah memberikan hadiah kepada Imam Malik sebesar 3000 dinar.
Selain dari para khalifah, Imam Malik banyak menerima hadiah dari para dermawan lainnya. Beliau sangat dermawan setiap bantuan yang diterimanya beliau berikan kepada orang yang membutuhkan khususnya para santrinya yang belajar kepadanya, dan Imam Asyafi'i adalah diantara murid dari Imam Malik yang banyak menerima bantuan darinya.
Wa allahu a’lam.



Post a Comment