9vfg0AJa4SKEeswrn3rRCky8f8QOEXRuxxHmRFzq
Bookmark

Benarkah Isra Mi’raj Tak Bisa Diterima oleh Akal...?

Tak jarang kita mendengar ungkapan semacam ini; “Isra Mi’raj adalah peristiwa yang hanya dapat diterima oleh Iman, tak bisa diterima akal”. Bukan tanpa dasar mereka yang memiliki kesimpulan seperti ini, mungkin melihat dari kenyataan peristiwa isra mi’raj itu sendiri, sebuah perjalanan terjauh yang pernah terjadi dalam sejarah manusia, namun ditempuh dengan estimasi yang sangat singkat.

Nah untuk menemukan jawaban apakah isra mi’raj tidak dapat diteriama oleh akal atau hanya tidak bisa diterima secara adat kebiasaan.

Poin pertama yang perlu difahami adalah bahwa isra mi’raj dikategorikan sebagai mu’jizat, keputusan Dar Ifta mesir menegaskan hal yang sama

فالإسراء والمعراج رحلتان قدسيتان من معجزات الكبرى لنبي صلى الله عليه وسلم. وهي من الحجج الدالة على صدق النبي صلى الله عليه وسلم. والتي يجب الإعتقاد بوقوعها


Isra  Mi'raj adalah dua perjalanan suci, yang merupakan bagian dari mu'jizat Nabi Muhammad SAW, dan sebagai dalil atau hujjah yang menunjukan atas kebenaran risalah yang dibawa oleh nabi, dan peristiwa isra mi’raj  yang wajib diyakini.

Nah, setelah kita fahami bahwa isra mi’raj termasuk mu’jizat sekarang kita bergeser pada bagaimana pandangan dalam pemahaman ahlu sunnah wal jama'ah mengenai mu'jizat

والمعجزات ليس من مستحيلات العقل بل من قبيل خرق العادة

Bahwasanya Mu’jizat bukan termasuk dari hal-hal yang tidak masuk akal
Tetapi masuk pada ranah sesuatu yang keluar dari adat kebiasaan.

dari dua premis diatas dapat diambil kesimpulan bahwa Isra Mi'raj bukanlah sesuatu yang mustahil secara akal /tidak masuk akal, hanya saja peristiwa isra miraj dengan segala keajaibannya merupakah hal yang keluar dari adat kebiasaan.

Penjelasan Ibn Hajar dalam Fath Bari perihal isra mi'raj yang dilakukan di waktu malam yg singkat dengan jasad dan ruh, menguatkan kesimpulan diatas.


ولا ينبغي العدول عن ذلك. اذ ليس في العقل ما يحيله حتى يحتاج الى التأويل

Tidak semestinya untuk mengalihkan makna isra miraj dengan jasad dan ruh di waktu yg singkat pada  makna lain. Sabab secarara aqal tidak ada yang mustahil sehingga membutuhkan untuk dita'wil.

Dari semua keterangan diatas dapat ditarik kesimpulan, bahwa peristiwa isra mi’raj itu hanya diluar adat kebiasaan, bukan berarti tidak masuk akal.

Wa allahu a’lam bi showab
.

Post a Comment

Post a Comment