9vfg0AJa4SKEeswrn3rRCky8f8QOEXRuxxHmRFzq
Bookmark

Menghamba Atas Dasar Cinta



“Mereka yang menghamba atas dasar cinta, tak begitu peduli atas segala hal selain ridho Tuhannya”


Setiap hamba mengabdi dengan caranya sendiri, ada mereka yang menghamba dibalik khauf (rasa takut), sebagian lain menjadikan pengharapan (الرجاء) sebagai landasan penghambaan, dan mereka para hamba paripurna menjadikan cinta sebagai dasar penghambaannya. 


Siapa mereka..? 


Dalam kitab Nashoihul Ibad dituturkan Maqolah Sayyidina Abu Bakar, dimana setidaknya ada 3 tanda orang yang menempuh jalan Tuhan dengan landasan cinta 

يعطي ما يحبه ولا يبالي بعد ان يرضى ربه

Meraka akan memberi apa yang dia cintai, hal yang baginya berharga, tak pernah keberatan untuk diberikan jika kebaikan yang akan didapatkan. Mereka tak peduli perihal apapun, selagi ridho Tuhan meneyertainya. Hal ini sejalan dengan ayat 

لن تنالوا البرّ حتى تنفقوا مما تحبون 

Kau tak akan sampai pada kebajikan yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebagian hal yang kamu cintai. 


يعمل بسخط نفسه ولا يحتم به بعد ان يرضى ربه

Tak seperti kebanyakan orang, mereka beramal atas sesuatu yang dibenci nafsunya. Entah berjam jam bersama lantunan Qur’an, atau sujud syahdu dikala lautan manusia lelap dalam samudra mimpinya, selalu tentang kebaikan dan ketaatan, dan tak sedikitpun keberatan atas semua itu setelah Tuhan meridhoinya. Bagaimana bisa sampai keberatan atas segala lelah nya kebaikan, sedangkan yang mereka cari adalah keridhoan Tuhan

البر مرضاة للرب ومسخطة 

Kebaikan adalah keridhoan bagi Tuhan, dan kebencian bagi setan.


Dan terkahir, mereka adalah hamba yang senantiasa bersama Tuannya di setiap keadaan. Hatinya teguh Berjalan diatas perintahnya, dan menghindari setiap rambu rambu larangannya 

Post a Comment

Post a Comment